Penurunan drastis penumpang angkutan desa yang dirasakan sopir angkutan
desa semenjak tahun 2009. Karena penurunan drastis tetersebut,
pendapatan sopir pun berkurang sekitar 20 persen. Lima tahun yang lalu,
salah satu sopir angkutan desa dapat mengantongi pendapatan kurang lebih
400.000 sehari, saat ini dia harus berpuas diri dengan 100.000-250.000.
Namun, uang tersebut masih harus disisihkan untuk biaya perawatan.
menurut saya, hal ini harus di perhatikan oleh pemerintah dalam mengatur keadaan ekonomi para rakyat agar tetap dapat memenuhi kebutuhan hidup nya. karena tidak sedikit kebutuhan yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan yang di pikulnya, apalagi jika mempunyai keluarga.
Harian Jogja
Tidak ada komentar:
Posting Komentar